lazada.co.id
CINE

Minggu, 17 November 2013

Sabtu, 26 Oktober 2013

TIPS MEMILIH IKAN CUPANG UNTUK KOLEKSI


Tips memilih ikan cupang berbeda-beda tergantung dari tujuan kita membeli ikan cupang tersebut. Mulai dari membeli untuk hiasan dirumah atau sekedar menambah koleksi, membeli untuk dijadikan amunisi kontes sampai membeli untuk dijadikan indukan. Namun untuk postingan kali ini kami akan membahas cara memilih ikan cupang secara umum yaitu untuk hiasan atau koleksi. Karena tips memilih ikan untuk keperluan kontes sudah dibahas dalam artikel STANDAR PENILAIAN KONTES CUPANG HIAS MENURUT BMII mulai dari part 1 sampai yang terakhir, dan cara memilih ikan cupang untuk indukan akan dibahas pada artikel berikutnya. Berikut ini beberapa tips dalam memilih ikan cupang secara umum untuk hiasan atau koleksi:
  1. Pilihlah ikan cupang yang sehat: Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam memilih ikan cupang adalah kesehatan ikan tersebut. Ciri-ciri dari ikan cupang yang sehat adalah bergerak lincah, berwarna cerah, ekornya tidak kusut dan ketika melihat cupang yang lain menjadi agresif dan mengembangkan siripnya.
  2. Perhatikan seluruh bagian tubuh dan siripnya. Pastikan ikan yang anda pilih tidak cacat atau sedang mengalami luka pada tubuh atau sirip ikan tersebut, dan perhatikan juga barangkali ada jamur yang menempel di tubuh ikan tersebut.
  3. Pilihlah warna seuai dengan selera anda. Ikan cupang memiliki berbagai warna yang menarik, mulai dari warna dasar, warna metalik dan sampai warna kombinasi. Oleh karena itu jangan ragu untuk bertanya kepada pedagang warna-warna apa saja yang tersedia. 
  4. Perhatikan penjualnya. Tidak menjadi masalah kita membeli dari pedagang ataupun dari peternak langsung. Namun belilah ikan dari penjual atau peternak yang terpercaya pastikan penjual memberikan info yang benar mengenai kualitas, harga maupun kesehatan ikan tersebut.
Halaman terkait:

Minggu, 08 September 2013

STANDAR PENILAIAN KONTES CUPANG HIAS MENURUT BMII= SIRIP ANAL (part-9)

Sirip anal adalah sirip yang menempel pada bagian bawah ikan dan memanjang dari bagian belakang perut hingga mendekati pangkal ekor. Pada sirip anal pada bagian depannya terdapat sirip perut ( ventral fin ) sedangkan pada bagian belakangnya terdapat sirip ekor (  caudal fin ) . 
Bentuk sirip anal yang baik adalah sebagai berikut : 
  1. Sirip anal harus berbentuk kotak, jajaran genjang  terbalik atau trapesium terbalik
  2. Pada jenis plakat bagian depan sirip anal harus lebih pendek ¼ bagian dari bagian belakang sirip analnya 
  3. Pada jenis Halfmoon, Crowntail dan Doubletail bagian depan sirip anal minimal sama atau lebih pendek ¼ dibandingkan dengan bagian belakangnya
  4. Jika bentuk sirip anal bagian depan lebih panjang maka panjang tulang sirip anal bagian depannya tersebut minimal ¼ lebih pendek dari bagian belakang atau bagian tulang terpanjangnya
  5. Bagian depan sirip anal yang arah tulangan dan selaputnyanya mengarah depan mendapat nilai plus 
sebelumnya...
Sumber: Standar Penilaian Kontes Ikan Cupang Hias Betta Mania Independen Indonesia (BMII)

Minggu, 01 September 2013

ARTEMIA SHELL FREE(ARTEMIA INSTAN)


Artemia Shell Free (tanpa cangkang/Mati/tidak usah di kultur)

Artemia Shell Free , adalah artemia salina yg sudah di proses dengan membuang cangkang nya. Pada umumnya penggunaan Artemia dengan cara di kultur agar artemia menetas, ketika artemia menetas cangkang nya akan terlepas.
Kendala di pembenihan terkadang cangkang tersebut terbawa dan termakan oleh larva ikan sehingga larva mengalami problem pencernaan dan bisa sampai fatal yaitu kematian.
Untuk memudahkan proses pemberian Artemia maka di lakukan pemisahan cangkang nya yg di sebut Shell Free. Artemia Shell Free masih memiliki kandungan nurisi yng tinggi bagi larva.
Pemberin artemia shell free tinggal di taburkan ke larva dan larva akan menyantap artemia tersebut.
Secara economis dan efesiensi , Artemia Shell free sangat economis dan mudah peternak tidak usah melakukan kultur dan jumlah artemia di kaleng lebih banyak karena tidak menyertakan cangkang nya tetapi minus di banding artemia non shell free daya tarik bagi larva kurang di banding nya yg di kultur karena tidak hidup.

Artemia Shell free yg kami jual merek INVE buatan Belgia, untuk ikan hias INVE mempunyai branding OCEAN NUTRITIONS yang sudah memiliki reputasi kelas dunia dalam pakan ikan berkwalitas tinggi

CARA PENGGUNAAN
Artemia Shell Free tinggal ditaburkan di media hidup larva (kondisi mati dan berbentuk powder) larva akan langsung memakan, untuk tahap awal berikan sedikit demi sedikit agar larva terbiasa, pemberian secara bertahap sangat di anjurkan dibanding pemberian banyak sekaligus.

DOSIS PENGGUNAAN
disesuaikan dengan kebutuhan
pemberian di anjurkan sehari 3x dan dosis di tambahkan sesuai usia larva
pemberian bisa di mulai dari usia 3 hari sampai larva di rasa sudah dapat memakan cacing/kutu air atau pellet
HARGA:
35rb kemasan botol size 20 gram
500rb kemasan kaleng size 500gram
harga belum termasuk ongkir

Minat sms ke: 085740624172

Minggu, 11 Agustus 2013

STANDAR PENILAIAN KONTES CUPANG HIAS MENURUT BMII= PROPORSI SIRIP (part-8)

Proporsi sirip adalah kondisi fisik dari ikan yang berupa sirip dan yang bentuknya terdiri dari 
tulang dan selaput. Proporsi sirip yang baik adalah yang berbentuk seimbang, sesuai dengan 
ketentuan, lebar, kokoh, membuka dengan maksimal dan sempurna serta seimbang dengan 
proporsi tubuhnya.   
Secara umum ketentuan sirip yang baik adalah sebagai berikut : 
  1. Semua sirip dorsal, anal dan caudal harus mengembang dengan sempurna saat terbuka 
  2. Antara sirip dorsal, anal dan caudal harus mengunci dengan rapat satu dengan yang lainnya pada saat sirip dalam kondisi terbuka dengan maksimal 
  3. Pertemuan antara sirip dorsal, anal dan cadual harus terlihat overlap ( lebih )  antar siripnya atau tidak hanya menempel sedikit melainkan harus menempel dengan rapat 
  4. Sirip anal, caudal dan dorsal harus terlihat lebar dan kokoh 
  5. Pangkal sirip harus terlihat lebar sesuai dengan pangkal ekornya 
  6. Jika di tarik garis lurus antara sirip dorsal dan anal minimal terlihat lurus 
  7. Sirip anal, dorsal dan caudal saat mengembang harus terlihat minimal seperti setengah lingkaran atau ¾ lingkaran 
  8. Pada double tail sirip anal dan dorsal akan nampak seolah-olah apabila dilipat akan terlihat sama besar dan bentuknya 
  9. Saat ikan sedang bermain tidak boleh ada spasi kosong pada pertemuan setiap sirip dorsal, anal dan caudal 
  10. Untuk doubletail pembagian caudal harus tepat berada di tengah pangkal sirip caudal
  11. Khusus untuk female pertemuan antar sirip tidak harus overlap 
  12. Untuk ventral fin ( sirip perut atau dasi ) harus terlihat sama besar, panjang dan lurus terutama saat ikan menunjukan agresifitasnya 
  13. Pectoral fin ( sirip renang ) harus terlihat rapi, seimbang baik bentuk dan ukurannya antara kedua sisinya serta lebar 
  14. Pectoral fin harus bergerak bolak balik dengan sempurna baik saat ikan diam maupun saat ikan menunjukan agresifitas.
selanjutnya...

Sumber: Standar Penilaian Kontes Ikan Cupang Hias Betta Mania Independen Indonesia (BMII)